Hanies menjaga tradisi untuk mengabdi

Rembang 29/09/20. Hanies calon wakil Bupati Rembang putera KH. M. Cholil Bisri untuk kedua kalinya melakukan pisowanan ke tiga kota; Jepara, Surakarta dan Yogjakarta. Berangkat dari Rembang Jum’at pagi (27’09’20) dan kembali untuk menyambangi pendukung Hafidz-Hanies mulai Senin pagi.

Pasangan Hafidz-Hanies menegaskan tradisi baik dengan melakukan kebiasaan meminta do’a restu dari orang tua dan guru guru mereka. Hal ini juga terlihat sebelum pencalonan mereka berdua bertemu dengan puluhan Kyai sepuh Rembang, yang kemudian diketahui diberikan mandat untuk mencalonkan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati.

Muslih Mustofa salah satu pengurus PCNU yang waktu itu berkesampatan menyaksikan dipanggilnya H. Abdul Hafidz dan H.M. Hanies Cholil Barro’ menjelaskan waktu itu ada sekitar belasan kyai sepuh Rembang bersama pak Hafidz dan Gus Hanies lalu ditanya satu persatu berkaitan kesediaan jika diminta menjadi calon Bupati dan calon Wakil Bupati.

“Mereka berdua diminta serius untuk menjaga amanat ini. Begitupun dengan tim dan relawan juga harus serius. Juga diminta untuk mendapatkan restu dari orang tua dan guru mereka” jelas Muslih.

Kedatangan Gus Hanies dari Jepara, Surakarta dan Yogjakarta disambut pengurus teras PC GP Ansor Rembang. Tampak mereka serius berdiskusi tentang perkembangan pilkada di Rembang. Tidak lama ikut datang Gus Yaqut (Ketua PP GP Ansor) Gus Bisri Laquf (Plt Ketua DPRD Rembang) dan beberapa jajaran pengurus PCNU Rembang.

Ketika ditanya soal hasil pisowanan ke tiga kota tersebut, gus Hanies hanya tertawa kemudian menjelaskan hanya menjalankan kewajiban biasa. Kegiatan rutin menyambangi orang tua, leluhur dan guru atau kyai. Hal ini penting untuk menebalkan spiritualisme agar tidak luntur.

“Di Jepara, Surakarta, dan Yogjakarta saya dipesan agar jangan melupakan labet (perjuangan) dzuriyah. Menurut beliau beliau itu dzuriyah itu karena keturunan dan karena bisababin ngaji atau mondok dengan syarat masih dalam keimanan. Tiru saja abahmu kakakmu, dan guru gurumu yang tak pernah geseh (bergeser sedikitpun) dari niat awal” kata Hanies menirukan nasehat dari para gurunya.

Bagikan