Abdul Hafidz sowan ke tokoh Muhammadiyah bahas ekonomi kerakyatan dan UMKM

Calon Bupati Abdul Hafidz Selasa kemaren menyambangi tokoh ekonomi syari’ah dan ekonomi kerakyatan nasional yang berdomisli di Lasem Rembang. H. Abdullah Yazid Selasa 29/9/2020. Kunjungan ini merupakan pertemuan yang sudah sering dilakukan mereka berdua. Seperti pertemuan dua orang sahabat, hangat dan akrab.

Abdullah Yazid salah satu pengurus Majelis Ekonomi PP Muhamadiyah ini justru yang memulai pembicaraan dengan menanyakan kesiapan tamunya dalam pilkada Rembang 2020 dan mendo’akan insyaAllah berhasil. Hafidz mengamini dilanjutkan dengan perbincangan seputar pengembangan ekonomi dan peran serta ulama dalam masalah mu’amalah.

Ketua Pengurus KSPPS BMT Bina Ummat Sejahtera (BMT BUS) yang menjangkau tujuh propinsi dan 120 cabnag dengan lebih dari 900 orang, mengingatkan kepada pak Hafidz tentang posisi strategis ulama di Rembang dalam mengembangkan ekonomi keummatan (kerakyatan).

“Dulu mbah Hasyim dan kyai Ahmad Dahlan dua duanya adalah seorang pedagang sehingga ummat Islam mampu menjadi leader dalam industri batik (pakaian), dan kemadirian pertanian (pangan). Pendiri NU dan Muhammadiyah ini mampu menjaga kemandirian ulama di bidang ekonomi. Karena tidak tergantung dengan kekuatan ekonomi lain, Belanda dan Jepang yang menajajah Indonesia selalu kesulitan menguasai kemandirian ini” jelas Yazid yang juga Ketua Asosiasi BMT Seluruh Indonesia (Absindo).

Ketika Yazid menanyakan keberpihakan pemkab Rembang selama ini kepada ekonomi keummatan. Hafidz memberikan penjelasan tentang pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Beberapa program yang akan terus dikawal antara lain tentang penguatan daya saing produk unggulan Rembang di bidang, pertanian, kelautan, peternakan, dan pertambangan. Juga soal penguatan desa yang kuat dan destinasi wisata yang integral. Ini semua tentang penguatan ekonomi kerakyatan.

“Spirit ekonomi yang diajarkan dalam NU dengan mabadi’ khaira ummah (menjadi ummat yang terbaik) dan Muhamadiyah dengan fastabiqul khoirat (berlomba lomba dalam kebaikan) adalah pondasi segenap masyarakat untuk berkhidmah. Program program yang kami jalankan dan akan kami laksanakan dalam periode mendatang mencerminkan kepedulian kami terhadap potensi lokal” jelas Hafidz

Hafidz yang memiliki dua putra yang haidz Al Qur’an ini melanjutkan “Program Smart City, pembangunan embung, normalisasi sungai, dan penetapan daerah aliran sungai (DAS) contoh dari dukungan terhadap program program yang berbasis kerakyatan. Pemerintah sebagaimana fungsinya akan membuat regulasi yang baik, pelayanan yang simple, pembangunan yang tepat sasaran, dan pemberdayaan UMKM yang berakses” .

Sebelum pamitan, mereka tampak lebih serius membincangkan masalah keummatan. Ketika berpamitan dan ditanyakan hasil pertemuan, Hafid hanya menjawab pendek “semua pembicaraan tadi sangat terbuka dan kalian mendengan. Hanya tadi yang bisik bisik adalah kesepakatan kami untuk memajukan Rembang. Sebagai orang Rembang saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pak Yazid melalui BMT nya. Kita memilki kecocokan. Termasuk dalam pilkada ini.(cli/h)

Bagikan