Mbah Hj Mariyam menangis terharu saat ketemu pak Hafidz

Rembang.Apa yang terbersit dalam benak Ibu paruh baya ini. Pagi pagi sekali Kamis 1/10/2020 tepat di Hari Kesaktian Pancasila mendatangi kediaman Abdul Hafidz membawa bingkisan dengan perasaan takut karena ingin ketemu Bupati Rembang yang dinilainya sangat dekat dengan rakyatnya. Ibu Hj. Sulasih atau lebih dengan Bu Maryam menghadiahi idolanya itu dengan dua buah batik bergambar garuda.

Sudah lama bu Maryam ingin menghadiahkan batik yang dibuatnya itu kepada Abdul Hafidz. Pengrajin batik dari desa Doropayung Pancur inipun tak tahu bahwa dua buah hadiah itu tepat tanggal 1 Oktober atau bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila.

“Mpun dangu kulo pengen sowan ngriki, nanging ajrih. Tumrape tiyang alit kados kulo niki saget ditampih tiyang ageng kados mbahe Hafidz” sudah lama saya ingin ke sini, tapi takut. Orang kecil seperti saya ini masak bisa diterima pejabat seperti pak Hafidz jelas bu Maryam. Panggilan mbahe dalam tradisi Jawa adalah panggilan bagi orang orang tertentu yang telah memberikan kebaikan kepada orang banyak.

Ketika ditanya mengapa yang memberikan hadiah pada tanggal 1 Oktober? Ibu yang datang foto kepala desa di dadanya ini justru tidak mengetahui hari ini adalah hari kesaktian Pancasila.
“Ingkang pen niku kulo mpun saget ditampi ting ngriki, sakjanipun ugi pengen sowan gus Hanies putranipun mbah Cholil. Mugi mugi kapan saget kepanggih gus Hanies” Bu Maryam hanya menginginkan bertemu dan menghadiahkan batik garuda untuk pak Hafidz dan gus Hanies. Sebenarnya ingin juga bertemu gus Hanies tapi mungkin di lain waktu.

“Kulo wahu nggih didangu mBahe, kok piyambake lan gus Hanies ingkang diparingi, sanese kok mboten? Nggih kulo jawab kulo remene kalih mBahe lan Guse. Tiyang kados mbah Hafidz lan gus Hanies puniko kagungan trah ingkang sae. Kulo wahu namung katah nangis saget kepanggih mbahe. insyaAllah ingkang menang lan kepilih” Bu Maryam menjelaskan selama bertemu pak Hafid, tadi ditanya pak Hafidz mengapa hanya memberi pak Hafidz dan gus Hanies, saya jawab singkat saya sukanya sama pak Hafidz dan gus Hanies. Mereka itu jelas keturunan dari orang orang baik. Saya lebih banyak nangis terharu, insyaAllah menang dan terpilih.

Sementara calon Bupati Abdul Hafidz yang menerima batik mengatakan ini hadiah istimewa di Hari Kesaktian Pancasila dan saya sangat berterima kasih kepada beliau bu Maryam. Seperti diketahui di kediaman pak Hafidz desa Pamotan setiap hari dari enam pulan orang lebih yang silih berganti bertamu. Sebagian bertamu, sebagian membawa hasil pertanian seperti pisang, ketela, kacang, dan buah lain sebagai suguhan tamu yang lain. Ini bukti Hafidz sangat dekat dengan masyarakat.

Bagikan